Didakwa
bahawa fahaman Salafi ini tidak bersamaan malahan berbeza dengan fahaman
Wahabi. Malah banyak pertentangan nya. Begitu juga fahaman mereka lebih mulia
dari fahaman aliran Khalaf yang juga satu aliran dari fahaman Ibn Tamiyah.
Mengikut rekod sejarah, perkataan Salafi dikatakan berasal dari Salaf yakni
fahaman menurut perkiraan 300 tahun awal selepas kedatangan Rasululah S.A.W.
Manakala fahaman khalaf dikatakan selepas zaman 300 tahun tersebut. Jika dalam
fahaman ASWJ ia digelar zaman tabiin, yakni lingkungan 300 tahun selepas
kedatangan Islam.Puak Salafi di Malaysia mendakwa mereka berfahaman fekah dalam
aliran Imam Syafei manakala dalam akidah berfahaman Ibn Tamiyah.
Dari Ummul mukminin, Ummu 'Abdillah, ‘Aisyah radhiallahu 'anha, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak". (Bukhari dan Muslim. Dlm riwyt Muslim : “Barangsiapa melakukan suatu amal yg tdk sesuai urusan kami, mk dia tertolak”) [Bukhari no. 2697, Muslim no. 1718] "penghuni surga adalah setiap orang yg tdk kaku perangainya, yg lemah lembut, yg entengan, dan yg ceria (jk berhdapan dg org lain)"
kalimaht tauhid
Minggu, 22 April 2012
ALIRAN SALAFI BERTENTANGAN DENGAN AKIDAH AHLUL SUNAH WAL JAMA'AH
Label:
Aqidah salimah
Kamis, 19 April 2012
DI LUAR WAHABI ADALAH AHLU SYUBHAT DAN SESAT
salah satu tokoh wahabi Abdurrahman bin hasan aal-as-syeikh mengeluarkan fatwa syubhat pensesatan dan bahkan pengkafiran terhadap para ulama’-ulama’ khalaf al-asya’iroh dengan melontarkan tuduhan ahlul hawa , ahlut-ta’wil ,ahlul bathil ,dan ahlul bid’ah dan ujung-ujung nya adalah musyrik dan kafir
asya’iroh
yang merupakan peganggan dan rujukan mayoritas umat di Negara-negara besar
islam seperti : Indonesia Malaysia mesir Syria maroko sudan yemen dan
negara-negara besar lainya , ini tak luput dari sasaran pensesatan di
bid’ah-bid’ahkan bahkan mereka di tuduh ahlu syubhat yang keluar dari manhaj
salaf .
Label:
assalafiyah
Langganan:
Komentar (Atom)
BERDO'ALAH
Berdoa merupakan suatu ibadah, bahkan menjadi otaknya ibadah. Kenapa doa menjadi otaknya ibadah? Karena, dengan berdoa jelas sekali memperlihatkan penghambaan manusia kepada Allah. Dengan berdoa kepada Allah, maka terwujudlah: Allah, tempat meminta, tempat memohon, sedang si hamba adalah makhluk yang hina dan selalu dalam kekurangan. Karena suatu ibadah, maka berdoa sangatlah dianjurkan (diperintahkan) oleh agama, walaupun doa tidak memerlukan suatu syarat dan rukun yang ketat, seperti halnya ibadah shalat, zakat, dan puasa.

