kalimaht tauhid

"miftahul jannah lailahaillaallah" kuncinya surga adalah kalimath tauhid".

Senin, 26 Agustus 2013

Apa perbedaan Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah ?

Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.
Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?.
Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.
Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.
Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).

Minggu, 25 Agustus 2013

Siapakah Aliran Mu'taziliyah?



Aliran Mu’taziliyah (memisahkan diri) muncul di Basra, Irak, di abad 2 H. Kelahirannya bermula dari tindakan Wasil bin Atha' (700-750 M) berpisah dari gurunya Imam Hasan al-Bashri karena perbedaan pendapat. Wasil bin Atha' berpendapat bahwa muslim berdosa besar bukan mukmin bukan kafir yang berarti ia fasik. Imam Hasan al-Bashri berpendapat mukmin berdosa besar masih berstatus mukmin.
 b. Ajaran utama
Ajaran Mu'taziliyah kurang diterima oleh kebanyakan ulama Sunni karena aliran ini beranggapan bahwa akal manusia lebih baik dibandingkan tradisi. Oleh karena itu, penganut aliran ini cenderung menginterpretasikan ayat-ayat Al Quar'an secara lebih bebas dibanding kebanyakan umat muslim. Mu’taziliyah memiliki 5 ajaran utama, yakni :
  1. Tauhid. Mereka berpendapat :
    • Sifat Allah ialah dzatNya itu sendiri.
    • al-Qur'an ialah makhluk.
    • Allah di alam akhirat kelak tak terlihat mata manusia. Yang terjangkau mata manusia bukanlah Ia.
  2. Keadilan-Nya. Mereka berpendapat bahwa Allah SWT akan memberi imbalan pada manusia sesuai perbuatannya.
  3. Janji dan ancaman. Mereka berpendapat Allah

Khawarij Kelompok Penyimpang Pertama Dalam Islam



Khawarij Kelompok Sesat Pertama Dalam Islam Laa hukma illa lillah (tiada hukum kecuali untuk Allah ). Kata-kata ini haq adanya, karena merupakan kandungan ayat yang mulia. Namun jika kemudian ditafsirkan menyimpang dari pemahaman salafush shalih, kebatilanlah yang kemudian muncul. Bertamengkan kata-kata inilah, Khawarij, kelompok sempalan pertama dalam Islam, dengan mudahnya mengkafirkan bahkan menumpahkan darah kaum muslimin. Siapakah Khawarij?
Asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah berkata: “Mereka adalah orang-orang yang memberontak terhadap pemerintah di akhir masa kepemimpinan ‘Utsman bin ‘Affan, yang mengakibatkan terbunuhnya ‘Utsman bin ‘Affan. Kemudian di masa kepemimpinan ‘Ali bin Abu Thalib, keadaan mereka semakin buruk. Mereka keluar dari ketaatan terhadap ‘Ali bin Abu Thalib , mengkafirkannya, dan mengkafirkan para shahabat. Ini disebabkan para shahabat tidak menyetujui madzhab mereka. Dan mereka menghukumi siapa saja yang menyelisihi madzhab mereka dengan hukuman kafir. Akhirnya mereka pun mengkafirkan makhluk-makhluk pilihan yaitu para shahabat Rasulullah .”(Lamhatun ‘Anil Firaqidh Dhallah, hal. 31)
Cikal bakal mereka telah ada sejak jaman Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari shahabat Abu Sa’id Al-Khudri z, ia berkata: Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW

PENGENALAN DAN KRONOLOGI SEJARAH



Sejarah mencatat bahwa di kalangan umat Islam bermula dari abad-abad permulaan (mulai dari masa khalifah sayyidina Ali ibn Abi Thalib) sehinggalah sekarang terdapat banyak firqah (golongan) dalam masalah aqidah yang saling bertentangan di antara satu sama lain. Ini fakta yang tidak dapat dibantah. Bahkan dengan tegas dan jelas Rasulullah telah menjelaskan bahawa umatnya akan berpecah menjadi 73 golongan. Semua ini sudah tentunya dengan kehendak Allah dengan berbagai hikmah tersendiri, walaupun tidak kita ketahui secara pasti. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Namun Rasulullah juga telah menjelaskan jalan selamat yang harus kita ikuti dan panuti agar tidak terjerumus dalam kesesatan. Iaitu dengan mengikuti apa yang diyakini oleh al-Jama’ah; majoriti umat Islam. Karena Allah telah menjanjikan kepada Rasul-Nya,  Nabi Muhammad, bahawa umatnya tidak akan tersesat selama mana mereka berpegang teguh kepada apa yang disepakati oleh kebanyakan mereka. Allah tidak akan menyatukan mereka dalam kesesatan. Kesesatan akan menimpa mereka yang menyimpang dan memisahkan diri dari keyakinan mayoritas.
Mayoritas umat Muhammad dari dulu sampai sekarang adalah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Mereka adalah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti

Mengenal Sejarah dan Pemahaman ASWAJA




 Dalil-Dalil Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Mengapa ahlu sunnah demikian bersikeras merujuk pada pemahaman para shahabat Nabi salallahu ‘alaihi wa sallam dalam memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits? Ini adalah pertanyaan yang tentunya membutuhkan dalil-dalil Al-Qur’an dan Al-Hadits untuk menjawabnya. Ahlus Sunnah merujuk kepada para shahabat dalam memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits dikarenakan Allah dan Rasul-Nya banyak sekali memberitahukan kemuliaan mereka, bahkan memujinya. Faktor ini membuat para shahabat menjadi acuan terpercaya dalam memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai landasan utama bagi Syari’ah Islamiyah.
Dalil dari Al-Qur’an dan Al-Hadits shahih yang menjadi pegangan ahlus sunnah dalam merujuk kepada pemahaman shahabat sangat banyak sehingga tidak mungkin semuanya dimuat dalam tulisan yang singkat ini. Sebagian diantaranya perlu saya tulis disini sebagai gambaran singkat bagi pembaca tentang betapa kokohnya landasan pemahaman ahlus sunnah terhadap syariah ini.
1. Para shahabat Nabi salallahu alaihi wa sallam adalah kecintaan Allah dan mereka pun sangat cinta kepada Allah :“Sesungguhnya Allah telah ridha kepada orang-orang mukmin

Sabtu, 24 Agustus 2013

PENGERTIAN ISTILAH BAHASA




Sebelum kita berbicara tentang topik dan judul pembahasan ini, sebaiknya kita mengenal beberapa pengertian istilah yang akan dipakai dalam pembahasan ini.
1. As-Sunnah

As-Sunnah ialah jalan yang ditempuh atau cara pelaksanaan suatu amalan baik itu dalam perkara kebaikan maupun perkara kejelekan.
Maka As-Sunnah yang dimaksud dalam istilah Ahlus Sunnah ialah jalan yang ditempuh dan dilaksanakan oleh Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam serta para shahabat beliau, dan pengertian Ahlus Sunnah ialah orang-orang yang berupaya memahami dan mengamalkan As- Sunnah An-Nabawiyyah serta menyebarkan dan membelanya.
2. Al-Jama’ah
Menurut bahasa Arab pengertiannya ialah dari kata Al-Jamu’ dengan arti mengumpulkan yang tercerai berai. Adapun dalam pengertian Asyari’ah, Al-Jama’ah ialah orang-orang yang telah sepakat berpegang dengan kebenaran yang pasti sebagaimana tertera dalam Al-Qur’an dan Al- Hadits dan mereka itu

Kamis, 22 Agustus 2013

GARIS PANDUAN AQIDAH ASY’ARIYYAH



Secara garis besar aqidah asy’ari yang juga merupakan aqidah ahlussunnah wal jama’ah adalah meyakini bahwa Allah ta’ala maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, Allah bukanlah benda yang boleh digambarkan, dan juga bukan benda yang berbentuk dan berukuran. Allah tidak serupa dengan sesuatupun dari makhluk-Nya (laysa kamitslihi syai’). Allah ada dan tidak ada permulaan atau penghabisan bagi kewujudan-Nya, Allah maha kuasa dan tidak ada yang melemahkan-Nya, serta Allah tidak diliputi arah. Allah ada sebelum menciptakan tempat tanpa tempat, Allah wujud setelah menciptakan tempat dan tanpa bertempat. tidak boleh ditanyakan tentangnya bila, dimana dan bagaimana ada-Nya. Allah ada tanpa terikat oleh masa dan tempat. Maha suci Allah dari bentuk (batasan), batas akhir, sisi-sisi, anggota badan yang besar dan anggota badan yang kecil. Allah tidak diliputi satu arah atau enam arah penjuru. Allah tidak seperti makhluk-Nya. Allah maha suci dari duduk, bersentuhan, bersemayam, menyatu dengan makhluk-Nya, berpindah-pindah dan sifat-sifat makhluk lainnya. Allah tidak terjangkau oleh fikiran dan tidak terbayang dalam ingatan, kerana apapun yang terbayang dalam benakmu maka Allah tidak seperti itu. Allah maha hidup, maha mengetahui, maha kuasa, maha mendengar dan maha melihat. Allah berbicara dengan kalam-Nya yang azali sebagaimana sifat-sifat-Nya yang lain juga azali, kerana Allah berbeza dengan semua makhluk-Nya dalam dzat, sifat dan perbuatan-Nya. Barang siapa menyifati Allah dengan sifat makhluknya sungguh dia telah kafir. Allah yang telah menciptakan makhluk dan perbuatan-perbuatan-Nya, Alah juga yang menentukan rezeki dan ajal mereka. Tidak ada yang boleh menolak ketentuan-Nya dan tidak ada yang boleh menghalangi pemberian-Nya. Allah berbuat dalam kerajaan-Nya ini apa yang Allah kehendaki. Allah tidak ditanya perihal perbuatan-Nya melainkan hamba-Nyalah yang akan diminta dipertanggungjawakan atas segala perbuatan-Nya. Apa yang Allah kehendaki pasti terlaksana dan yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi. Allah bersifat dengan kesempurnaan yang pantas bagi-Nya dan Allah maha suci dari segala bentuk kekurangan. Nabi Muhammad adalah penutup para nabi dan penghulu para rasul. Nabi Muhammad diutuskan oleh Allah ke muka bumi ini untuk semua penduduk bumi, jin maupun manusia. Nabi Muhammad jujur dalam setiap apa yang disampaikannya.

PENYIMPANGAN HIZBUL IKHWAN

Hizbul ikhwan adalah para pengikut Sayyid Quthb yang mengatakan bahwa orang yang memakai hukum selain al quran sekalipun dalam satu permasalahan, berarti telah menolak ketuhanan Allah, dan telah menjadikan ketuhanan tersebut bagi dirinya. Menurutnya ini adalah tafsir firman Allah:wa man lam yakhkum bimaa anzala Allah fauulaika humul kafiruun. Almaidah:44)

            Sayyid Quthb menghalalkan darah para penguasa yang memakai undang-undang positif, juga menghalalkan darah rakyat para penguasa tersebut.

            Penafsiran Sayyid Quthb tetang ayat ini bertentangan dengan penafsiran Abbdullah ibnu Abbas; sahabat sekaligus anak paman Rasulullah SAW yang dikenal sebagai tarjuman alquran(ahli tafsir alquran). Beliau didoakan langsung oleh Rasulullah SAW hingga memperoleh pemahaman yang luas terhadap ayat-ayat suci alquran. Dalam kitab  shahih al bukhari jilid I. Halm25bab ucapan Rasulullah  Allahumma allamahu alkitabbahwa Rasulullah SAW sambil mendekap ibnu abbas Beliau juga bersbada:Allahumma faqqihu fi addini wa allimhu attawil=Ya Allah berilah ia pemahaman tetang agama dan ajarilah ia tawil al Quran.

PENYIMPANGAN HIZBUT TAHRIR

Di antara kesesatan Hizbut tahrir dan bukti menyempalnya kelompok ini dari mayoritas umat islam adalah pernyataan mereka bahwa orang yang meninggal dengan tanpa membaiat seorang khalifah, maka matinya adalah  mati jahiliyah. Artinya menurut mereka matinya orang tersebut laksana matinya orang orang penyembah berhala. Berarti menurut mereka dalam kurun waktu sekitar seratus tahun terakhir, seluruh orang muslim yang meninggal, matinya dalam keadaan mati jahiliyah. Sebab sejak saat itu dunia islam telah vakum dari kalifah. Terlebih kalifah Islamiyyah tertinggi yang mengurus keperluan seluruh umat islam telah terputus sejak lama. Umat islam yang pada masa sekarang tidak mengangkat kalifah. Sesungguhnya mereka mempunyai udzur (alasan yang diterima). Yang dimaksud dengan umat islam disini adalah rakyat, karena terbukti rakyat tidak memiliki kemampuan untuk mendirikan khalifah dan mengangkat seorang khalifah. lantas berdosakah mereka jika memang tidak mampu!?... bukankah Allah taala berfirman: allah taala tidak membebankan terhadap satu jiwa, kecuali apa yang ia sanggup melakukannya(Q.S:al baqarah:28)

            Lebih sesat lagi, hizbut tahrir menyatakan  bahwa seorang hamba adalah pencipta perbuatan ikhtiyari(perbuatan yang dilakukan atas dasar kemauannya). Menurut mereka yang diciptakan Allah hanya perbuatan manusia yang bersifat idlthirari (perbuatan yang diluar inisiatifnya seperti detak jantung, takut, menggigil karena kedinginan dan lain-lain). Dengan pernyataan ini, hizbut tahrir telah menyalahi Firman Allah taala: Allah adalah maha pencipta segala sesuatu(S.Q:az-zumar 62).

AJARAN WAHABBIYAH

PROFIL WAHHABIYYAH

Muhammad ibn abdul wahhab (perintis gerakan Wahhabiyyah) adalah seorang yang tidak diakui keilmuannya
 oleh para ulama’. Bahkan saudaranya; Sulaiman ibn Abdul wahhab menulis dua buah karya bantahan terhadapnya. Ini ia lakukan karena Muhammad ibn Abdul wahhab menyalahi apa yang telah di sepakati oleh kaum muslimin baik didaerahnya maupun ditempat lain, baik dari kalangan pengikut madzhab Hanbali maupun pengikut madzhab lain. Bantahan pertama berjudul “assowaa iqul al ilahiyyah” dan yg kedua berjudul:”faslu alqhitob fi arrad ala Muhammad ibn abdul wahhab” . begitu juga seorang ulama’ madzhab hanbali ternama, seorang mufti makkah pada masanya, Syekh Muhammad ibn humaid, tidak menyebutkan nama Muhammad ibn abdul wahhab dlam jajaran ulam’ madzhab hanbali, padahal dalam kitabnya berjudul :”asahkbul waabilah ala dhoroikhul khanabilah” ia menebutkan sekitar 800 ulama’ laki-laki dan perempuan dari kalangan madzhab Hanbali. Yg disebutkan dalam kitab tersebut adalah biografi ayahnya: syekh Abdul Wahhab.

KEUTAMAAN BANGUN DAN SHALAT MALAM



Adapun bangun malam itu memiliki keutamaan-keutamaan yang besar dan pahala yang banyak. Ayat atau hadits yang menjelaskan keutamaan shalat ini sangat banyak dan sangat panjang sampai tak bisa dibatasi. Sebagaimana Allah SWT telah berfirman dalam Kitabnya:”Hai orang-orang yang berselimut (Muhammad) bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), yaitu seperduanya atau kurangi dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan pelan-pelan”.(Qs.Al Muzzammil,73:1-4).
Kemudian Allah SWT berfirman lagi:”sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri(sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua, atau sepertiganya dan (demikian pula segolongan dari orang-orang yang bersama kamu”.(Qs. AlMuzzammil{73}:20).
Dalam surat lain Allah SWT berfirman:”Dan sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”.(Qs Al Israa’{17}:79). Allah SWT berfirman tentang sifat-sifat orang yang mukmin:”Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap dan mereka menafkahkan sebagian dari rizqi yang kami berikan kepadamereka.”(Qs. As-sajdah[32}:16). Selain itu Allah SWT juga telah berfirman: “Mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (Qs.Adz-Dzaariyaat,{51}:17—18).

Rabu, 21 Agustus 2013

KEUTAMAAN SURAT DAN AYAT ALQUR’AN



Keutamaan atau fadhilah yang terkesan di benak kita adalah sebuah keberuntungan baik yang berupa materi maupun non materi, yang kelihatan maupun yang tersembunyi. Ketika Allah SWT memberikan keutamaan pada hambanya bukan berarti langsung tampak jelas diperlihatkan dihapan hambaNya setelah hamba itu melakukan sesuatu yang telah dianjurkan oleh Tuhan atau Nabi SAW. Akan tetapi Tuhan memberikan keutamaan kepada hambanya bisa waktu sebelumnya atau sesudahnya, atau semasa diakhiratnya.
Termasuk di antara keutamaan amaliah yang mesti kita jaga dan selalu kita budayakan adalah membaca surat-surat dan ayat-ayat yang telah disinyalir keutamaannya oleh hadits-hadits Rasulullah SAW. Dimana dalam hadits-hadits tersebutterdapat keterangan akan keutamaan dan pahala yang akan diberikan kepada orang yang membacanya. Juga anjuran untuk selalu tekun membaca surat maupun ayat-ayat tersebut dalam waktu-waktu tertentu.
Di antaranya adalah membaca surat Al-Kahfi pada malam jumat dan di siang harinya. Sebagaimana bunyi hadits: “sesungguhnya orang yang membacanya 9surat Al Kahfi pada hari jumat), maka dia akan mengampuni dosanya sampai pada hari jumat yang akan datang. Serta akan terpancar cahaya dari bawah telapak kakinya sampai ke atas  langit.”di dalam riwayat yang lain disebutkan: “Dia akan disinari dengan cahaya yang menerangi ka’bah (Baitil ‘Atiiq). “Di sebutkan juga dalam sebuah riwayat:” sesungguhnya orang yang menghafalkan surat Al-Kahfi dari ayat satu sampai ayat yang kesepuluh, kemudian tiba-tiba Dajjal turun pada saat itu, maka dia akan terjaga dari fitnahnya.”

BERDO'ALAH

BERDO'ALAH
Berdoa merupakan suatu ibadah, bahkan menjadi otaknya ibadah. Kenapa doa menjadi otaknya ibadah? Karena, dengan berdoa jelas sekali memperlihatkan penghambaan manusia kepada Allah. Dengan berdoa kepada Allah, maka terwujudlah: Allah, tempat meminta, tempat memohon, sedang si hamba adalah makhluk yang hina dan selalu dalam kekurangan. Karena suatu ibadah, maka berdoa sangatlah dianjurkan (diperintahkan) oleh agama, walaupun doa tidak memerlukan suatu syarat dan rukun yang ketat, seperti halnya ibadah shalat, zakat, dan puasa.