Secara garis besar aqidah asy’ari yang juga merupakan
aqidah ahlussunnah wal jama’ah adalah meyakini bahwa Allah ta’ala maha Esa dan
tidak ada sekutu bagi-Nya, Allah bukanlah benda yang boleh digambarkan, dan
juga bukan benda yang berbentuk dan berukuran. Allah tidak serupa dengan
sesuatupun dari makhluk-Nya (laysa kamitslihi syai’). Allah ada dan tidak ada
permulaan atau penghabisan bagi kewujudan-Nya, Allah maha kuasa dan tidak ada
yang melemahkan-Nya, serta Allah tidak diliputi arah. Allah ada sebelum
menciptakan tempat tanpa tempat, Allah wujud setelah menciptakan tempat dan
tanpa bertempat. tidak boleh ditanyakan tentangnya bila, dimana dan bagaimana
ada-Nya. Allah ada tanpa terikat oleh masa dan tempat. Maha suci Allah dari
bentuk (batasan), batas akhir, sisi-sisi, anggota badan yang besar dan anggota
badan yang kecil. Allah tidak diliputi satu arah atau enam arah penjuru. Allah
tidak seperti makhluk-Nya. Allah maha suci dari duduk, bersentuhan, bersemayam,
menyatu dengan makhluk-Nya, berpindah-pindah dan sifat-sifat makhluk lainnya.
Allah tidak terjangkau oleh fikiran dan tidak terbayang dalam ingatan, kerana
apapun yang terbayang dalam benakmu maka Allah tidak seperti itu. Allah maha
hidup, maha mengetahui, maha kuasa, maha mendengar dan maha melihat. Allah
berbicara dengan kalam-Nya yang azali sebagaimana sifat-sifat-Nya yang lain
juga azali, kerana Allah berbeza dengan semua makhluk-Nya dalam dzat, sifat dan
perbuatan-Nya. Barang siapa menyifati Allah dengan sifat makhluknya sungguh dia
telah kafir. Allah yang telah menciptakan makhluk dan perbuatan-perbuatan-Nya,
Alah juga yang menentukan rezeki dan ajal mereka. Tidak ada yang boleh menolak
ketentuan-Nya dan tidak ada yang boleh menghalangi pemberian-Nya. Allah berbuat
dalam kerajaan-Nya ini apa yang Allah kehendaki. Allah tidak ditanya perihal
perbuatan-Nya melainkan hamba-Nyalah yang akan diminta dipertanggungjawakan
atas segala perbuatan-Nya. Apa yang Allah kehendaki pasti terlaksana dan yang
tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi. Allah bersifat dengan kesempurnaan
yang pantas bagi-Nya dan Allah maha suci dari segala bentuk kekurangan. Nabi
Muhammad adalah penutup para nabi dan penghulu para rasul. Nabi Muhammad
diutuskan oleh Allah ke muka bumi ini untuk semua penduduk bumi, jin maupun
manusia. Nabi Muhammad jujur dalam setiap apa yang disampaikannya.
Dari Ummul mukminin, Ummu 'Abdillah, ‘Aisyah radhiallahu 'anha, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak". (Bukhari dan Muslim. Dlm riwyt Muslim : “Barangsiapa melakukan suatu amal yg tdk sesuai urusan kami, mk dia tertolak”) [Bukhari no. 2697, Muslim no. 1718] "penghuni surga adalah setiap orang yg tdk kaku perangainya, yg lemah lembut, yg entengan, dan yg ceria (jk berhdapan dg org lain)"
kalimaht tauhid
Kamis, 22 Agustus 2013
GARIS PANDUAN AQIDAH ASY’ARIYYAH
Label:
KONTRAVERSIAL MADZHAB
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BERDO'ALAH
Berdoa merupakan suatu ibadah, bahkan menjadi otaknya ibadah. Kenapa doa menjadi otaknya ibadah? Karena, dengan berdoa jelas sekali memperlihatkan penghambaan manusia kepada Allah. Dengan berdoa kepada Allah, maka terwujudlah: Allah, tempat meminta, tempat memohon, sedang si hamba adalah makhluk yang hina dan selalu dalam kekurangan. Karena suatu ibadah, maka berdoa sangatlah dianjurkan (diperintahkan) oleh agama, walaupun doa tidak memerlukan suatu syarat dan rukun yang ketat, seperti halnya ibadah shalat, zakat, dan puasa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar