kalimaht tauhid

"miftahul jannah lailahaillaallah" kuncinya surga adalah kalimath tauhid".

Kamis, 22 Agustus 2013

KEUTAMAAN BANGUN DAN SHALAT MALAM



Adapun bangun malam itu memiliki keutamaan-keutamaan yang besar dan pahala yang banyak. Ayat atau hadits yang menjelaskan keutamaan shalat ini sangat banyak dan sangat panjang sampai tak bisa dibatasi. Sebagaimana Allah SWT telah berfirman dalam Kitabnya:”Hai orang-orang yang berselimut (Muhammad) bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), yaitu seperduanya atau kurangi dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan pelan-pelan”.(Qs.Al Muzzammil,73:1-4).
Kemudian Allah SWT berfirman lagi:”sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri(sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua, atau sepertiganya dan (demikian pula segolongan dari orang-orang yang bersama kamu”.(Qs. AlMuzzammil{73}:20).
Dalam surat lain Allah SWT berfirman:”Dan sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”.(Qs Al Israa’{17}:79). Allah SWT berfirman tentang sifat-sifat orang yang mukmin:”Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap dan mereka menafkahkan sebagian dari rizqi yang kami berikan kepadamereka.”(Qs. As-sajdah[32}:16). Selain itu Allah SWT juga telah berfirman: “Mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (Qs.Adz-Dzaariyaat,{51}:17—18).

Rasulullah SAW bersabda:”shalat yang paling afdhal setelah shalat yang diwajibkan adalah shalat malam.”kemudian Rasulullah SAW bersabda lagi:”biasakanlah kamu sekalian bangun malam. Karena sesungguhnya bangun malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu. Dekatkanlah diri kalian kepada Allah, maka hal itu akan menutupi kejelekan-kejelekan yang telah kamu perbuat, menghapus dosa-dosa dan dapat mengusir penyakit dari dalam tubuhmu.”
Rasulullah SAW bersabda:” Orang mukmin yang mulia adalah orang mukmin yang sering bangun malam. Dan kemuliaannya itu akan dicukupkan dari semua manusia.” Rasulullah SAW bersabda:”barang siapa yang melakukan shalat malam dengan membaca sepuluh ayat, maka dia tidak akan dicatat dalam golongan orang-orang yang melupakan Allah. Barang siapa yang melakukan shalat malam dengan membaca seribu ayat, maka Allah akan mencatatnya dalam golongan orang-orang yang kaya(berat timbangan amalnya).
Maka renungkan dan perhatikanlah hadits-hadits ini dan juga yang sebelumnya dengan baik. Maka Allah akan memberi rahmat kepadamu dan mudah-mudahan akan melapangkan dadamu untuk melakukan shalat malam dan menyempurnakan semua ketekunanmu. Tingkatkanlah kecintaanmu untuk mengerjakaannya, hilangkan kemalasan dan kelalaian untuk mengerjakannya, kurangilah tidurmu dan menyia-nyiakan waktu. Diterangkan dalam sebagian hadits bahwasannya barang siapa yang memperbanyak tidur malam maka dia akan mendapat kefakiran pada hari kiamat. Dalam haditds lain dijelaskan:”bahwa shalat dua reka’at di penghujung malam itu akan menjadi salah satu simpanan akhirat dari simpanan-simpanan kebaikan yang lain.
            Dirwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:”semua manusia akan dikumpulkan di satu tempat pada hari kiamat. Kemudian Allah memanggil dengan seruan:”Dimanakah orang-orang yang selalu menjauhkan lambungnya dari tempat tidur (orang yang suka shalat malam)? Maka mereka pun berdiri dan jumlahnya sangat sedikit. Kemudian mereka masuk ke dalam surga tanpa dihisab.”(Al Ahdits).
Ketahuilah bahwasanya bangun malam itu adalah suatu pekerjaan yang sangat berat bagi setiap orang, terutama setelah dia tidur terlebih dahulu. Namun jika di tahap pertama dia menganggapnya ringan, membiasakannya dan melanggengkannya dengan sabar dan bersungguh-sungguh untuk melakukan shalat, maka dia akan merasa ringan mengerjakannya. Dengan demikian dia dapat membuka pintu keramahan Allah SWT dan dapat merasakan kenikmatan bermunajat kepada-Nya dan dapat merasakan kelezatan hal itu maka janganlah pernah seseorang itu merasa cukup melakukannya. Akan tetapi lebih utama apabila dia merasa ringan dan merasa lebih bersemangat untuk mengerjakannya. Seperti yang dilakukan oleh hamba-hamba Allah yang saleh pada masa lalu, sehingga mereka mengatakan:”jika ahli surga itu melakukan seperti yang kami lakukan pada malam hari, sesungguhnya mereka telah hidup dalam kebaikan.”
Ketahuilah bahwasanya mengerjakan secara rutin walau sedikit itu lebih baik dari pada melakukan banyak-banyak tapi terputus-putus atau tidak rutin. Rasulullah SAW bersabda:”perbuatan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah perbuatan yang rutin walaupun sedikit.” Untuk kehati-hatian orang yang membaca kitab ini maka telah disebutkan beberapa hadits yang memerintahkan agar selalu tekun melakukannya.
Di kutip dari kitab: Nashaaihud – Diiniyyah, Syaikh ‘Abdullah bin ‘Alawi Al Haddad.yang diterjemahkan oleh:Ayub Mursalin, S.Ag & Faisol Dardir, S.Ag (pancaran iman seorang Muslim)
Penerbit: Mustaqiim, jl. Kampung melayu kecil III/14 jak-sel 12840. Cet:II, 1414 H/1994. Halm:140-145

Tidak ada komentar:

BERDO'ALAH

BERDO'ALAH
Berdoa merupakan suatu ibadah, bahkan menjadi otaknya ibadah. Kenapa doa menjadi otaknya ibadah? Karena, dengan berdoa jelas sekali memperlihatkan penghambaan manusia kepada Allah. Dengan berdoa kepada Allah, maka terwujudlah: Allah, tempat meminta, tempat memohon, sedang si hamba adalah makhluk yang hina dan selalu dalam kekurangan. Karena suatu ibadah, maka berdoa sangatlah dianjurkan (diperintahkan) oleh agama, walaupun doa tidak memerlukan suatu syarat dan rukun yang ketat, seperti halnya ibadah shalat, zakat, dan puasa.