Di antara kesesatan Hizbut tahrir dan bukti menyempalnya kelompok ini dari mayoritas umat islam adalah pernyataan mereka bahwa orang yang meninggal dengan tanpa membaiat seorang khalifah, maka matinya adalah mati jahiliyah.
Artinya menurut mereka matinya orang tersebut laksana matinya orang
orang penyembah berhala. Berarti menurut mereka dalam kurun waktu
sekitar seratus tahun terakhir, seluruh orang muslim yang meninggal,
matinya dalam keadaan mati jahiliyah. Sebab sejak saat itu dunia islam
telah vakum dari kalifah. Terlebih kalifah Islamiyyah tertinggi yang
mengurus keperluan seluruh umat islam telah terputus sejak lama. Umat
islam yang pada masa sekarang tidak mengangkat kalifah. Sesungguhnya
mereka mempunyai udzur (alasan yang diterima). Yang dimaksud dengan umat
islam disini adalah rakyat, karena terbukti rakyat tidak memiliki
kemampuan untuk mendirikan khalifah dan mengangkat seorang khalifah. “lantas berdosakah mereka jika memang tidak mampu!?... bukankah Allah ta’ala berfirman: “allah ta’ala tidak membebankan terhadap satu jiwa, kecuali apa yang ia sanggup melakukannya”(Q.S:al baqarah:28)
Lebih sesat lagi, hizbut tahrir menyatakan bahwa seorang hamba adalah
pencipta perbuatan ikhtiyari(perbuatan yang dilakukan atas dasar
kemauannya). Menurut mereka yang diciptakan Allah hanya perbuatan
manusia yang bersifat idlthirari (perbuatan yang diluar inisiatifnya
seperti detak jantung, takut, menggigil karena kedinginan dan
lain-lain). Dengan pernyataan ini, hizbut tahrir telah menyalahi Firman
Allah ta’ala: “Allah adalah maha pencipta segala sesuatu”(S.Q:az-zumar 62).
Segala sesuatu dalam ayat ini mencakup tubuh manusia dan segala perbuatannya. Mereka juga menyalahi firman Allah :”Adakah pencipta selain Allah”(Q.s:fathir 3). artinya tidak ada pencipta atau yang mengadakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada (kecuali Allah).
Juga menyalahi firman Allah: “katakanlah
(wahai muhammad) sesungguhnya shaladku dan nusukku(sembelihan yang
dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah seperti al Hadi dan qurban
‘id al adlha), hidupku dan matiku adalah milik Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-NYA” (Q.S:al-an’am:162-163).
Pada
ayat ini jelasdinyatakan bahwa shalad dan nusuk yang merupakan
perbuatan ikhtiyari, hidup dan mati yang bukan perbuatan ikhtiyari,
kesemuanya adalah ciptaan Allah. Tidak ada yang menyekutuiNYA dalam hal
ini. Bahwa hanya Allah yang menciptakannya: yang mengadakannya dari
tidak ada menjadi ada.
Ayat-ayat
tersebut semuanya menunjukkan bahwa seluruh apa yang ada didunia ini
adalah ciptaan Allah. Segaloa benda(dzat-dzat) dan sifat-sifatnya
seperti bergerak,diam,warna,fikiran, rasa sakit,rasa nikmat,mengerti,
lemah, dll. Semuanya tidak lain adalah ciptaan Allah manusia hanyalah
berbuat (yaf’al-kasb) tidak menciptakan(yakhluq) ini adalah faham yang telah menjadi ijma’(kesepakatan) para sahabat dan mayoritas umat islam hingga kini.
Diantara ayat-ayat alquran yang menunjukkan bahwa manusia bukan
pencipta perbuatannya, baik perbuatan yang bersifat ikhtiyari maupun
idlthirari adalah firman Allah:” kalian tidaklah membunuh mereka, tapi Allah yag membunuh mereka”(Q.S:al-anfal17).
Sekalipun orang-orang muslim yang berperang dan membunuh orang-orang
kafir-namun begitu seperti yang dijelaskan ayat diatas. Allah menafikan
bahwa mereka membunuh secara hakiki, dalam pengertian menciptakan.
Karena para sahabat nabi yang menjadi khithab(yg diajak bicara) meskipun
mereka melakukan pembunuhan, tetapi bukanlah mereka pencipta perbuatan
membunuh tersebut. Yang mereka lakukan tidak lain hanyalah kasab dan
secara zhahir saja (khasab= adalah apabila seorang hamba mengarahkan
niat dan kehendaknya untuk melakukan suatu perbuatan dan pada saat
itulah Allah menciptakan perbuatan tersebut). Pada hakikatnya Allah yang
menciptakan perbuatan mereka, dari tidak ada menjadi ada. Lanjutan
firman Allah dari surat al-anfal tersebut:”Dan
tidaklah engkau melempar secara hakiki saat engkau melempar, tetapi
Allah yang menciptakan perbuatan melempar yang engkau lakukan”(Q.S:al-anfal17)
Pada ayat ini Allah menafikan perbuatan melempar dari RasulullahSAW
dalam pengertian hakikat dan penciptaannya. Menafikan pengertian
mengadakan dari tidak ada menjadi ada. Jadi maksud ayat tersebut adalah:
“Engkau-wahai
muhammad- tidaklah menciptakan perbuatan melempar yang terjadi dari
dirimu, akan tetapi itu adalah ciptaan Allah. Dialah yang mengadakannya
dari tidak ada menjadi ada”.
Pada ayat ini Allah pada satu sisi menafikan perbuatan melempar dari
Rasulullah SAW yaitu dari segi penciptaan, mengadakan dari tidak ada
menjadi ada dan menetapkan adanya perbuatan melempar dari Rasulullah SAW
dari sisi lain, yaitu dari segi khasab, yakni Rasulullah SAW melakukan
perbuatan melempar tetapi tidak menciptakannya.
Dengan demikian keyakinan hizbut tahrir jelas menyalahi kedua ayat ini,
juga secara nyata menyalahi ayat terakhir. Imam abu Hanifah-semoga
Allah meridhoinya- berkata:”perbuatan-perbuatan hamba adalah perbuatan dari mereka dan ciptaan Allah”.
Inilah yang di yakini mayoritas umat islam, baik mereka para ulama salaf, maupun ulama’
kholaf. Pendapat yang menyalahi aqidah ini berarti telah menyalahi
alquran dan hadits nabi. Dalam sebuah hadits riwayat albukhori
diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW apabila kembali dari haji atau umrah
atau berperang, beliau berkata:”Tida
ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu
bagi-Nya, Dialah yang menolong hambaNYa, memenangkan tentaraNya dan
mengalahkan semua kelompok (musuh) dengan sendirian.
Dalam hadits ini Rasulullah SAW menjadika kekalahan semua kelompok
musuh sebagai sesuatu yang murni ciptaan Allah tanpa ada andil dari
siapapun. Padahal secara zhahir, pasukan Rasulullah SAW, kaum muslimin
telah mengalahkan musuh. Hadits ini cukup memberikan pemahaman yang
sangat jelas. Namun begitu masih banyak ayat lainnya yang memberikan
pemahaman yang sama; bahwa manusia sama sekali tidak menciptakan
perbuatannya. Diantara firmanAllah: “ Dan sabarlah engkau (wahai Muhammad). Dan tidaklah kesabaranmu kecuali dengan penciptaan Allah”(Q.S:an-nahl:127)
“Dan tidaklah taufiqku(petunjuk kepada ketaatan) kecuali dengan ciptaan Allah”(Q.S.Hud:88)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar