kalimaht tauhid

"miftahul jannah lailahaillaallah" kuncinya surga adalah kalimath tauhid".

Kamis, 22 Agustus 2013

PENYIMPANGAN HIZBUT TAHRIR

Di antara kesesatan Hizbut tahrir dan bukti menyempalnya kelompok ini dari mayoritas umat islam adalah pernyataan mereka bahwa orang yang meninggal dengan tanpa membaiat seorang khalifah, maka matinya adalah  mati jahiliyah. Artinya menurut mereka matinya orang tersebut laksana matinya orang orang penyembah berhala. Berarti menurut mereka dalam kurun waktu sekitar seratus tahun terakhir, seluruh orang muslim yang meninggal, matinya dalam keadaan mati jahiliyah. Sebab sejak saat itu dunia islam telah vakum dari kalifah. Terlebih kalifah Islamiyyah tertinggi yang mengurus keperluan seluruh umat islam telah terputus sejak lama. Umat islam yang pada masa sekarang tidak mengangkat kalifah. Sesungguhnya mereka mempunyai udzur (alasan yang diterima). Yang dimaksud dengan umat islam disini adalah rakyat, karena terbukti rakyat tidak memiliki kemampuan untuk mendirikan khalifah dan mengangkat seorang khalifah. lantas berdosakah mereka jika memang tidak mampu!?... bukankah Allah taala berfirman: allah taala tidak membebankan terhadap satu jiwa, kecuali apa yang ia sanggup melakukannya(Q.S:al baqarah:28)

            Lebih sesat lagi, hizbut tahrir menyatakan  bahwa seorang hamba adalah pencipta perbuatan ikhtiyari(perbuatan yang dilakukan atas dasar kemauannya). Menurut mereka yang diciptakan Allah hanya perbuatan manusia yang bersifat idlthirari (perbuatan yang diluar inisiatifnya seperti detak jantung, takut, menggigil karena kedinginan dan lain-lain). Dengan pernyataan ini, hizbut tahrir telah menyalahi Firman Allah taala: Allah adalah maha pencipta segala sesuatu(S.Q:az-zumar 62).

Segala sesuatu dalam ayat ini mencakup tubuh manusia dan segala perbuatannya. Mereka juga menyalahi firman Allah :Adakah pencipta selain Allah(Q.s:fathir 3). artinya tidak ada pencipta atau yang mengadakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada (kecuali Allah).

            Juga menyalahi firman Allah: katakanlah (wahai muhammad) sesungguhnya shaladku dan nusukku(sembelihan yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah seperti al Hadi dan qurban id al adlha), hidupku dan matiku adalah milik Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-NYA (Q.S:al-anam:162-163).

Pada ayat ini jelasdinyatakan bahwa shalad dan nusuk yang merupakan perbuatan ikhtiyari, hidup dan mati yang bukan perbuatan ikhtiyari, kesemuanya adalah ciptaan Allah. Tidak ada yang menyekutuiNYA dalam hal ini. Bahwa hanya Allah yang menciptakannya: yang mengadakannya dari tidak ada menjadi ada.

Ayat-ayat tersebut semuanya menunjukkan bahwa seluruh apa yang ada didunia ini adalah ciptaan Allah. Segaloa benda(dzat-dzat) dan sifat-sifatnya seperti bergerak,diam,warna,fikiran, rasa sakit,rasa nikmat,mengerti, lemah, dll. Semuanya tidak lain adalah ciptaan Allah manusia hanyalah berbuat (yafal-kasb) tidak menciptakan(yakhluq) ini adalah faham yang telah menjadi ijma(kesepakatan) para sahabat dan mayoritas umat islam hingga kini.

            Diantara ayat-ayat alquran yang menunjukkan bahwa manusia bukan pencipta perbuatannya, baik perbuatan yang bersifat ikhtiyari maupun idlthirari adalah firman Allah: kalian tidaklah membunuh mereka, tapi Allah yag membunuh mereka(Q.S:al-anfal17).

            Sekalipun orang-orang muslim yang berperang dan membunuh orang-orang kafir-namun begitu seperti yang dijelaskan ayat diatas. Allah menafikan bahwa mereka membunuh secara hakiki, dalam pengertian menciptakan. Karena para sahabat nabi yang menjadi khithab(yg diajak bicara) meskipun mereka melakukan pembunuhan, tetapi bukanlah mereka pencipta perbuatan membunuh tersebut. Yang mereka lakukan tidak lain hanyalah kasab dan secara zhahir saja (khasab= adalah apabila seorang hamba mengarahkan niat dan kehendaknya untuk melakukan suatu perbuatan dan pada saat itulah Allah menciptakan perbuatan tersebut). Pada hakikatnya Allah yang menciptakan perbuatan mereka, dari tidak ada menjadi ada. Lanjutan firman Allah dari surat al-anfal tersebut:Dan tidaklah engkau melempar secara hakiki saat engkau melempar, tetapi Allah yang menciptakan perbuatan melempar yang engkau lakukan(Q.S:al-anfal17)

            Pada ayat ini Allah menafikan perbuatan melempar dari RasulullahSAW dalam pengertian hakikat dan penciptaannya. Menafikan pengertian mengadakan dari tidak ada menjadi ada. Jadi maksud ayat tersebut adalah: Engkau-wahai muhammad- tidaklah menciptakan perbuatan melempar yang terjadi dari dirimu, akan tetapi itu adalah ciptaan Allah. Dialah yang mengadakannya dari tidak ada menjadi ada. Pada ayat ini Allah pada satu sisi menafikan perbuatan melempar dari Rasulullah SAW yaitu dari segi penciptaan, mengadakan dari tidak ada menjadi ada dan menetapkan adanya perbuatan melempar dari Rasulullah SAW dari sisi lain, yaitu dari segi khasab, yakni Rasulullah SAW melakukan perbuatan melempar tetapi tidak menciptakannya.

            Dengan demikian keyakinan hizbut tahrir jelas menyalahi kedua ayat ini, juga secara nyata menyalahi ayat terakhir. Imam abu Hanifah-semoga Allah meridhoinya- berkata:perbuatan-perbuatan hamba adalah perbuatan dari mereka dan ciptaan Allah.

            Inilah yang di yakini mayoritas umat islam, baik mereka para ulama salaf, maupun ulama kholaf. Pendapat yang menyalahi aqidah ini berarti telah menyalahi alquran dan hadits nabi. Dalam sebuah hadits riwayat albukhori diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW apabila kembali dari haji atau umrah atau berperang, beliau berkata:Tida ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dialah yang menolong hambaNYa, memenangkan tentaraNya dan mengalahkan semua kelompok (musuh) dengan sendirian.

            Dalam hadits ini Rasulullah SAW menjadika kekalahan semua kelompok musuh sebagai sesuatu yang murni ciptaan Allah tanpa ada andil dari siapapun. Padahal secara zhahir, pasukan Rasulullah SAW, kaum muslimin telah mengalahkan musuh. Hadits ini cukup memberikan pemahaman yang sangat jelas. Namun begitu masih banyak ayat lainnya yang memberikan pemahaman yang sama; bahwa manusia sama sekali tidak menciptakan perbuatannya. Diantara firmanAllah: Dan sabarlah engkau (wahai Muhammad). Dan tidaklah kesabaranmu kecuali dengan penciptaan Allah(Q.S:an-nahl:127)

Dan tidaklah taufiqku(petunjuk kepada ketaatan) kecuali dengan ciptaan Allah(Q.S.Hud:88)

Tidak ada komentar:

BERDO'ALAH

BERDO'ALAH
Berdoa merupakan suatu ibadah, bahkan menjadi otaknya ibadah. Kenapa doa menjadi otaknya ibadah? Karena, dengan berdoa jelas sekali memperlihatkan penghambaan manusia kepada Allah. Dengan berdoa kepada Allah, maka terwujudlah: Allah, tempat meminta, tempat memohon, sedang si hamba adalah makhluk yang hina dan selalu dalam kekurangan. Karena suatu ibadah, maka berdoa sangatlah dianjurkan (diperintahkan) oleh agama, walaupun doa tidak memerlukan suatu syarat dan rukun yang ketat, seperti halnya ibadah shalat, zakat, dan puasa.