Keutamaan atau fadhilah yang terkesan di benak kita adalah sebuah
keberuntungan baik yang berupa materi maupun non materi, yang kelihatan maupun
yang tersembunyi. Ketika Allah SWT memberikan keutamaan pada hambanya bukan
berarti langsung tampak jelas diperlihatkan dihapan hambaNya setelah hamba itu
melakukan sesuatu yang telah dianjurkan oleh Tuhan atau Nabi SAW. Akan tetapi
Tuhan memberikan keutamaan kepada hambanya bisa waktu sebelumnya atau
sesudahnya, atau semasa diakhiratnya.
Termasuk di antara keutamaan amaliah yang mesti kita jaga dan selalu kita
budayakan adalah membaca surat-surat dan ayat-ayat yang telah disinyalir
keutamaannya oleh hadits-hadits Rasulullah SAW. Dimana dalam hadits-hadits
tersebutterdapat keterangan akan keutamaan dan pahala yang akan diberikan
kepada orang yang membacanya. Juga anjuran untuk selalu tekun membaca surat
maupun ayat-ayat tersebut dalam waktu-waktu tertentu.
Di antaranya adalah membaca surat Al-Kahfi pada malam jumat dan di siang
harinya. Sebagaimana bunyi hadits: “sesungguhnya
orang yang membacanya 9surat Al Kahfi pada hari jumat), maka dia akan
mengampuni dosanya sampai pada hari jumat yang akan datang. Serta akan
terpancar cahaya dari bawah telapak kakinya sampai ke atas langit.”di dalam riwayat yang lain
disebutkan: “Dia akan disinari dengan cahaya yang menerangi ka’bah (Baitil ‘Atiiq).
“Di sebutkan juga dalam sebuah riwayat:” sesungguhnya orang yang menghafalkan
surat Al-Kahfi dari ayat satu sampai ayat yang kesepuluh, kemudian tiba-tiba
Dajjal turun pada saat itu, maka dia akan terjaga dari fitnahnya.”
Rasulullah SAW bersabda mengenai surat AlBaqarah sebagai berikut: “Bacalah surat Albaqarah jika hal ini Kalian
lakukan, maka Kalian akan mendapatkan berkah. Sedangkan jika kalian
meninggalkannya, maka kalian akan merugi. Selain itu surat ini juga tidak mampu
ditembus oleh kebatilan.” Disebutkan juga dalam sebuah riwayat: “Sesungguhnya jikalau rumah seseorang
dibacakan surat Al Baqarah sebanyak tiga kali, niscaya tak satupun syaithan
yang berani mendekat.”
Di antara fadilah lain yang
disebutkan adalah membaca surat Yaasin. Nabi SAW bersabda:”Surat Yaasin adalah hatinya AlQur’an. Tak ada satupun orang yang
membacanya, yang tidak dikabulkan (niat baiknya) oleh Allah SWT. Dan di akherat
kelak dosanya pasti akan diampuni.” Disebutkan juga:”sesungguhnya orang yang membacanya (surat Yaasin) adalah seperti halnya
orang yang membaca seluruh isi AlQur’an sebanyak sepuluh kali.”
Di antara fadhilah yang lain adalah
membaca surat Tabaarak (Al Mulk) pada setiap malam. Rasulullah SAW bersabda:”surat Al Mulk adalah sangat bermanfaat dan
akan menjauhkan (orang-orang yang membacanya) dari siksa kubur.” Disebutka juga
bahwa sesungguhnya surat ALMulk akan selalu melekat didalam Hati sanubari orang
mukmin (yang selalu membacanya). Juga sesungguhnya surat AlMulk dapat
memberikan syafaat bagi sang pembaca kemudian memintakan ampun untuknya.
Keutamaan Surat Ad-Dukhaan. Rasulullah SAW bersabda:”barangsiapa membaca surat Ad-Dukhaan pada malam hari, maka pada pagi
harinya dia telah diampuni dosa-dosanya,”
Rasulullah SAW
bersabda mengenai surat Al Waqi’ah:”
Barangsiapa membacanya pada setiap malam, maka dia akan terhindar dari segala
bentuk kefakiran dan kekuranga.”
Rasulullah SAW
bersabda mengenai surat Az-zalzalah:”Sesungguhnya
surat Az-Zalzalah adalah mempunyai kapasitas separuh daripada AlQur’an.”
Rasulullah SAW
juga bersabda mengenai surat At-Takaatsur:”sesungguhnya
orang yang membacanya adalah seperti halnya membaca seribu ayat.”
Penulis: Selain dari
surat dan ayat-ayat tersebut, masih banyak lagi hadits –hadits Nabi SAW yang
menyebutkan tentang keutamaan-keutamaanya. Qita bisa buka dalam kitab shahih Bukhari
& Muslim atau kalau ingin tau lebih jelas tentang keterangan hadits yang lebih
detail, anda bisa juga buka syarakhnya (fatkhul barri), supaya kita tidak Cuma mendapatkan
kepahaman secara tekstual saja. Karena banyak sekali (jaman sekarang atau yang akan
datang) orang-orang yang ikut ormas islam akan tetapi mereka hanya memahami
alqur’an dan Hadits secara tekstual dan tidak memahami secara kontekstual
secara detail, sehingga kefahaman mereka menjadikan orang tersebut di cap orang
islam radikal atau islam yang berfaham kaku. Padahal Ajaran Islam sendiri tidak
menghendaki seperti itu, Islam adalah Rahmatal lil ‘Alamiin.
Di kutip dari
kitab: Nashaaihud – Diiniyyah, Syaikh
‘Abdullah bin ‘Alawi Al Haddad.yang diterjemahkan oleh:Ayub Mursalin, S.Ag
& Faisol Dardir, S.Ag (pancaran iman seorang Muslim)
Penerbit:
Mustaqiim, jl. Kampung melayu kecil III/14 jak-sel 12840. Cet:II, 1414 H/1994. Halm:140

Tidak ada komentar:
Posting Komentar