kalimaht tauhid

"miftahul jannah lailahaillaallah" kuncinya surga adalah kalimath tauhid".

Jumat, 04 Januari 2013

(Wahabi); Merangkul Musuh, Menendang Saudara

Saat Amerika Serikat menginvasi Irak beberapa tahun yang lalu, sempat terjadi polemik yang cukup ramai di antara sesama ulama-ulama Wahabi sendiri. Pemicunya adalah Syekh Abdul Muhsin bin Nashir al-Ubaikan, ulama yang diangkat sebagai penasehat kerajaan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Dengan memoles sekian banyak dalil nash dan argumentasi sejarah, al-Ubaikan menyatakan bahwa kaum Muslimin di Irak wajib mematuhi pemerintah yang dibentuk oleh Amerika. Al-Ubaikan menganggap pemerintah “Amerika” di Irak sebagai imamah bit-taghallub atau dharuri bis-syaukah (pemerintha darurat yang harus dipatuhi karena sudah berkuasa). Al-Ubaikan menyamakannya dengan Pemerintahan Nabi Yusuf yang berkuasa di Mesir atas pengangkatan dari Firaun.

Dengan mengutip berbagai dalil dari al-Qur’an, Hadis, dan qaul para ulama,

BERDO'ALAH

BERDO'ALAH
Berdoa merupakan suatu ibadah, bahkan menjadi otaknya ibadah. Kenapa doa menjadi otaknya ibadah? Karena, dengan berdoa jelas sekali memperlihatkan penghambaan manusia kepada Allah. Dengan berdoa kepada Allah, maka terwujudlah: Allah, tempat meminta, tempat memohon, sedang si hamba adalah makhluk yang hina dan selalu dalam kekurangan. Karena suatu ibadah, maka berdoa sangatlah dianjurkan (diperintahkan) oleh agama, walaupun doa tidak memerlukan suatu syarat dan rukun yang ketat, seperti halnya ibadah shalat, zakat, dan puasa.