kalimaht tauhid

"miftahul jannah lailahaillaallah" kuncinya surga adalah kalimath tauhid".

Sabtu, 09 Februari 2013

DUA HAL YANG SANGAT UTAMA

sebagaimana Nabi SAW bersabda "ada dua perkara yang tidak bisa diungguli keutamaannya oleh yang lain, yaitu:
1. Iman kepada Allah dan
2. memberi manfaat sesama muslim."
memberi manfaat kepada sesama muslim bisa dengan ucapan, kekuasaan, harta benda, maupun tenaga. "dalam Hadits lain Rasulullah SAW bersabda: "barang siapa berada pada pagi hari tanpa bermaksud menzhalimi seorang pun, maka dosa-dosanya diampuni, barang siapa berada pada pagi hari dan berniat untuk menolong orang yang teraniaya serta memenuhi keperluan orang islam, maka ia mendapatkan pahal seperti pahala haji mabrur."
"manusia yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amal yang paling utama adalah menyenangkan hati orang mukmmin dengan cara menghilangkan kelaparan dan kesusahan atau melunasi utangnya. Ada dua perkara yang sangat kotor dan keji, yaitu menyekutukan Allah dan menimbulkan kemadharatan bagi kaum muslim.
DUA PERINTAH NABI AGAR BERGAUL DENGAN ULAMA
"hendaknya kalian duduk bersama ulama dan mendengarkan perkataan hukama' (orang bijak), karena sesungguhnya Allah ta'ala menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan."

dalam riwayat Thabrani dari Abu Hanifah disebutkan: "duduklah bersama khubara'(ulama besar) dan bertanyalah kepada para ulama serta bergaullah dengan para hukama'(orang bijak)."
Dalam riwayat lain dikatakan: "duduklah bersama Ulama' dan bergaullah denga para hukama' serta akrabilah kubara'.
pada dasarnya Ulama' itu terbagi menjadi tiga kelompok:
1. Ulama' yang sangat menguasai dan memahami hukum-hukum Allah.
Ulama' seperti ini disebut dengan ash-habul fatwa, yaitu ulama' yang banyak mengeluarkan fatwa.
2. Ulama' yang sangat dalam kemampuannya tentang ma'rifat kepada Allah.
Ulama' seperti ini disebut hukama'. Golongan Ulama ini senantiasa menitikberatkan pada upaya memperbaiki tingkah laku dan akhlaq, baik untuk diri sendiri maupun umatnya. dDemikian itu karena hati mereka selalu tersinari dengan ma'rifatullah dan jiwa mereka selalu tersinari dengan cahaya keagungan Allah.
3. Ulama -ulama' besar yang disebut dengan al-kubara'.
Ulama seperti ini senantiasa melakukan hal-hal yang terpuji untuk kepentingan makhluk Allah,  terutama ahli ibadah. Lirikannya lebih memberi manfaat daripada ucapannya. barang siapa yang lirikannya memberi manfaat kepada anda, maka tentu bermanfaatlah ucapannya. begitu pula sebaliknya, barang siapa yang lirikannya tidak memberi manfaat kepada Anda, maka ucapannya pun tidak akan memberi manfaat.
Disebutkan dalam suatu kisah bahwa Imam Suhrawardi  pernah mengelilingi sebagian masjid khaif di daerah mina. Ia memandangi wajah para Hadirin yang ada satu per satu. ketika ditanyakan tentang sikapnya itu ia menjawab: "sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang tertentu yang jika seseorang memandang mereka, mereka dapat memberikan kebahagiaan kepadanya, dan aku sekarang sedang mencarinya." Rasulullah SAW bersabda:"Akan datang suatu masa kepada umatku di mana mereka lari dari para Ulama dan fuqoha'. maka Allah akan menurunkan tiga macam musibah kepada mereka, yaitu: 1. Allah menghilangkan berkah dari rizqi mereka; 2. Allah menjadikan penguasa yang dzalim untuk mereka; dan 3. Allah mengeluarkan mereka dari dunia ini tanpa membawa iman."


Di kutip dari: Nashaihul Ibad, Imam Nawawi Al-Bantani (Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi), Bab I,
Edisi bahasa Indonesia, penerjemah;Fuad Kauma.
Penerbit: Irsyad Baitus Salam, Bandung 40227

Tidak ada komentar:

BERDO'ALAH

BERDO'ALAH
Berdoa merupakan suatu ibadah, bahkan menjadi otaknya ibadah. Kenapa doa menjadi otaknya ibadah? Karena, dengan berdoa jelas sekali memperlihatkan penghambaan manusia kepada Allah. Dengan berdoa kepada Allah, maka terwujudlah: Allah, tempat meminta, tempat memohon, sedang si hamba adalah makhluk yang hina dan selalu dalam kekurangan. Karena suatu ibadah, maka berdoa sangatlah dianjurkan (diperintahkan) oleh agama, walaupun doa tidak memerlukan suatu syarat dan rukun yang ketat, seperti halnya ibadah shalat, zakat, dan puasa.